Gudang Hikmah Ku

Setetes Hikmah yang Ku Peroleh dari ALLAH Sang Pemilik Ilmu

Arsip untuk Januari 29th, 2008

Seekor Bebek

Ditulis oleh harieshandoyo di/pada Januari 29, 2008

Seekor Bebek 

Ada seekor Bebek yang hidup di tepi kolam yang banyak Ikannya. Ia sudah tinggal lama di tepi danau tersebut hingga usianya mencapai uzur. Karena usianya yang sudah lanjut, si Bebek sudah tidak mampu mengais rejeki untuk menghidupi dirinya.

Pada suatu hari, ketika ia dalam kondisi lapar meski sudah berusaha mencari Ikan, dengan penuh kesedihan ia berdiam diri di samping kolam sambil berfikir bagaimana caranya mendapatkan Ikan. Tiba-tiba datang Ular Air yang prihatin dengan kondisi yang dialami oleh si Bebek. Setelah dekat, si Ular Air bertanya: “ Aku tidak pernah melihatmu sesedih ini kawan, apa yang sedang menimpamu?”  

“Bagaimana aku tidak bersedih kawan, aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencari Ikan, namun tidak ada satu Ikanpun yang kudapat, padahal aku sudah lama kelaparan karena sudah lama tidak mendapat makanan. Selain itu, hari ini juga aku melihat para pemburu datang ke tempat ini dan salah satunya berkata: “di kolam ini ada banyak Ikannya dan ini merupakan kesempatan yang baik buat kita. Marilah kita mulai mengambil Ikan-Ikan itu, dimulai dari kolam yang itu, baru nanti kita kemari lagi.”

Jadi para pemburu itu, kala sudah mengambil Ikan di kolam yang lain pasti akan datang ke tempat ini. Dan jika itu sampai terjadi, maka habislah masa depanku, karena aku tidak menemukan kolam lain untuk menyambung hidupku selain kolam ini.” Kata si Bebek.  

Setelah mendengar penjelasan si Bebek, dengan sigap Ular Air segera pergi kepada komunitas Ikan untuk memberi tahukan bahaya yang akan mengancam mereka. Bersama dengan si ular, para Ikan datang menemui si Bebek untuk urun rembuk. Para Ikan itu berkata: “Kami datang untuk meminta saran darimu wahai Bebek. Bukankah seorang yang cerdik akan meminta saran, meskipun kepada seorang musuh sekalipun.”

Jika kalian memintaku menggagalkan rencana para pemburu itu, jelas aku tidak mampu dan aku angkat tangan. Satu-satunya saran yang bisa aku berikan adalah kalian pindah dan bersembunyilah jauh dari tempat ini, bukankah di hutan ini banyak empang dan belukar, di sana kalian akan bisa tenang dan jauh dari bahaya yang mengancam diri. Menurutku, tidak ada solusi bagi kalian, selain lari menjauh dari tempat ini.” Kata si Bebek. 

“Lari dari tempat ini merupakan solusi yang terbaik bagi kami dan kami akan menurutinya. Kami sangat berterima kasih atas saran dan nasehatmu,” kata para Ikan kepada si Bebek. Sebagai kompensasi atas saran si Bebek, setiap hari ia memperoleh upeti berupa dua ekor Ikan dari kolam yang dibawa ke gubuknya yang terletak di bukit yang jauh dari empang.

Hingga pada suatu hari, ketika si Bebek hendak mengambil Ikan, tiba-tiba si Ular Air sengaja datang menemuinya dan berkata: “Aku juga sudah merasa tidak aman tinggal disini, wahai kawan. Demi keselamatan diri, aku ingin pergi jauh dari tempat ini, dan kalau engkau berkenan, tolong bawalah aku terbang ke bukit dimana engkau tinggal agar aku bisa mendapatkan tempat persembunyian yang aman.” 

Akhirnya si Bebek membawa si Ular Air ke atas bukit. Ketika si Ular sampai di atas bukit, ia mendapati banyak tulang Ikan dan tulang binatang lain yang berada dekat dengan gubuk yang didiami oleh si Bebek. Melihat itu, ia berasumsi bahwa semua tulang itu adalah bekas korban si Bebek dan ia pun dalam hati berkata: ”Jika seorang terjebak dalam perangkap musuh di tempatnya yang berbahaya, satu hal yang harus ia lakukan adalah membunuh sang musuh. Sebab jika tidak, tentu ia yang akan terbunuh. Jadi, sebelum aku terjebak dalam perangkap si Bebek, aku harus membunuhnya terlebih dahulu. Sebab aku yakin bahwa si Bebek pasti akan membunuhku.”

Usai membunuh si Bebek, si Ular Air memberitahukannya kepada komunitas Ikan yang disambut gembira oleh mereka semua, karena tidak akan ada lagi yang menjadi korban si bebek. [Ibn Al Muqaffa] 

Ditulis dalam cerita hikmah | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Kura-kura yang Ceroboh

Ditulis oleh harieshandoyo di/pada Januari 29, 2008

Kura-kura yang Ceroboh

 Di sebuah hutan yang lebat, ada sebuah sungai yang di huni oleh dua ekor Angsa dan temannya seekor Kura-kura yang hidup di atas sungai. Suatu hari, ketika air sungai menjadi kering, kedua Angsa tersebut pamit kepada si Kura-kura untuk meninggalkan tempat tersebut: ”Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah tercurah kepadamu teman. Kami datang hendak pamitan kepadamu, kami hendak pergi meninggalkan tempat ini, karena tidak adanya air ditempat ini. Kami ingin mencari tempat yang banyak airnya.” 

Si Kura-kura menjawab: ”Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah juga terlimpah atas kalian. Seperti halnya kalian, aku juga dalam kesulitan dengan tidak adanya air di sungai ini. Namun bukanlah kalian tahu, hidupku seperti sampan yang tidak bisa bergerak kecuali di dalam air. Adapun kalian berdua masih bisa hidup di mana saja, sesuka hati kalian. Kumohon dengan sangat, bawalah aku bersama kalian, aku ingin menyambung hidup bersama dengan kalian.” 

Kedua Angsa itu berkata: ”kalau demikian keinginanmu, dengan senang hati kami akan mengajakmu.” 

Si Kura-kura bertanya: ”bagaimana cara kalian akan membawaku serta?” 

Keduanya menjawab: ”kami akan terbang dengan membentangkan tongkat kayu dan kamukan memiliki cakar dan rahang yang kuat, kamu bisa menggantung dengan menggigit tongkat itu dengan rahangmu yang kuat dibantu dengan kedua cakarmu. Dengan demikian kamu bisa ikut terbang bersama kami. Satu hal yang perlu kamu ingat, jangan sekali-kali kamu berbicara kepada kami selama perjalanan, meskipun orang-orang membicarakan tentang dirimu! Karena kami bisa kehilangan konsentrasi dan menjatuhkan dirimu, ataupun kamu bisa terjatuh karena melepas gigitanmu.” 

Setelah semua persiapan beres, kedua Angsa itu membentangkan tongkat kayu di antara mulut mereka, dan si Kura-kura bergelayut pada tongkat itu dengan rahangnya yang kuat. Kemudian keduanya terbang ke angkasa dengan membawa si Kura-kura. Perjalanan berjalan dengan lancar hingga mereka melintas di sebuah pasar yang sangat ramai, banyak orang yang kagum melihat kejadian itu, salah satu dari mereka pun berteriak: ”Hai kawan-kawan, lihatlah ke angkasa! Ada sebuah peristiwa menakjubkan, seekor Kura-kura terbang bersama dengan burung Angsa.” Sedangkan yang lainnya tertawa melihat kejadian aneh itu. 

Mendengar perkataan dan tawa orang-orang itu, si Kura-kura yang tidak sadar sedang berada dalam kondisi rawan langsung mengomentarinya: ”Jagalah mulut kalian, wahai manusia! mudah-mudahan Tuhan membutakan mata kalian!”.  Ketika membuka mulutnya itulah, ia melepas gigitannya dari tongkat, sedangkan tangannya tidak mampu menahan berat badannya sehingga membuat ia terlepas dari tongkat, dan ia pun terjatuh ke tanah dari angkasa yang sangat tinggi dan tewas seketika. Ia tewas karena tidak mendengarkan nasehat dari kedua Angsa yang menyuruhnya agar tidak berbicara selama perjalanan, karena ia lah yang seharusnya menjaga mulutnya agar selamat. [Ibn Al Muqaffa]  

Ditulis dalam cerita hikmah | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »