Tiga ekor Ikan
Ditulis oleh harieshandoyo di/pada Januari 30, 2008
Tiga ekor Ikan
Ada tiga ekor Ikan yang hidup disebuah anak sungai. Mereka adalah Ikan Yang Kuat, Ikan Yang Lebih Kuat dan Ikan Yang Lemah. Di sekitar anak sungai itu ada dataran tinggi yang jarang dilalui orang. Di samping dataran tinggi itu ada sungai lain.
Pada suatu hari, ada dua pemburu yang hendak mencari Ikan di anak sungai itu. Salah satu pemburu itu berkata pada temannya: “kita harus membawa jaring agar lebih mudah dalam mengais Ikan.”
Perkataan si pemburu itu terdengar oleh ketiga Ikan yang hidup di dasar anak sungai tersebut. Setelah mendengar perkataan tersebut, Ikan Yang Kuat merasa takut dan berusaha untuk menyelamatkan dirinya. Ia berusaha sebaik mungkin mencari solusi untuk menyelamatkan dirinya. Atas kesungguhan usaha yang dilakukannya, ia menemukan aliran air yang menghubungkan anak sungai dengan sungai di sampingnya. Dengan sigap ia melintas ke sungai di sampingnya.”
Sedangkan Ikan Yang Lebih Kuat, manakala mendengar akan kedatangan pemburu itu, ia masih santai-santai saja. Ia tidak ambil pusing dengan kabar itu, sebab dalam hatinya ia punya rencana akan mulai bergerak kala melihat si pemburu dengan mata kepalanya sendiri. Ketika si Ikan Yang Lebih Kuat melihat si pemburu, ia pun menjadi sedikit agak panik dan berusaha berenang dengan cepat ke dasar sungai. Namun usahanya gagal dan kalah cepat dengan usaha si pemburu ia pun terjebak dan terperangkap di jaring sang pemburu. Dalam hati ia berkata: “Aku telah sembrono dan meremehkan mereka. Inilah konsekuensi logis dari kesembronoan dan ketidakpedulianku atas kabar dan nasehat yang kuterima dari orang lain. Lantas bagaimana aku harus menyiasati pemburu itu agar aku selamat dari perangkap jaring ini?”
Orang yang cerdik akan selalu berusaha memaksimalkan akal dan pikirannya untuk mencari solusi dari persoalan yang menghimpitnya. Dalam ruang gerak yang sempit dan waktu yang terbatas, seseorang harus mencari solusi yang cerdas untuk lari dari himpitan yang menimpa dirinya. Orang yang cerdik tidak akan putus asa dengan kondisi buruk yang menghimpitnya. Orang yang cerdik tidak akan mencaci keadaan dan akan dengan penuh kearifan mencoba mengoptimalkan kecerdasan akal dan kejeniusan idenya untuk keluar dari himpitan hidup yang melingkupinya.
Kemudian, si Ikan Yang Sangat Kuat itu melakukan gerakan melompat terbang tinggi ke angkasa. Melihat tingkah Ikan yang tidak mau diam itu, para pemburu menaruhnya di atas dataran tinggi yang terletak antara dua sungai. Ketika para pemburu itu meletakkan dirinya di dataran tinggi tersebut, si Ikan Yang Sangat Kuat itu dengan sigap melompat terbang lalu menyelam ke dasar sungai lain. Dan ia pun selamat dari perangkap si pemburu.
Sedangkan Ikan Yang Lemah selalu dalam keragu-raguan untuk bertindak. Ia bingung apa harus ia lakukan untuk menyelamatkan dirinya. Keragu-raguan dan nihilnya ide untuk menyelamatkan diri itulah yang menyebabkan ia menuai bencana dan para pemburu itu dengan mudah dapat menangkapnya dan tidak dapat meloloskan diri dari jaring si pemburu seperti halnya Ikan Yang Sangat Kuat. [Ibn Al Muqaffa]