Gudang Hikmah Ku

Setetes Hikmah yang Ku Peroleh dari ALLAH Sang Pemilik Ilmu

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘singa’

Kelinci yang Mengalahkan Singa

Ditulis oleh harieshandoyo di/pada Januari 30, 2008

  Kelinci yang Mengalahkan Singa

10-singa.jpg

carilah 10 singa pada gambar di atas

Dikisahkan ada seekor Singa yang hidup di hutan yang subur penuh air dan rerumputan yang serta pepohonan yang lebat. Di hutan itu, tinggal pula para hewan yang lain. Meski demikian, kekayaan alam hutan itu sangat tidak berarti karena mereka takut keluar dari sarang karena takut kepada Singa. Akhirnya, para hewan itu berkumpul dan menghadap sang Singa seraya berkata: “Wahai Singa, anda selalu menebarkan ketakutan dan sering mengambil hak kami. Kini, kami ingin menawarkan opsi perdamaian kepadamu untuk kepentingan kita bersama. Jika anda mau menjaga ketenangan dan menjamin keamanan, kami akan menghidangkan daging hewan untuk santapanmu di setiap waktu makanmu. Bagaimana?”

 

Mendengar tawaran yang menarik tersebut sang Singa menerimanya dengan tangan terbuka, toh ia nantinya tidak akan susah payah untuk mencari makanan, karena sudah ada yang menyediakan untuknya. Setelah perjanjian itu, ia berlaku santun kepada para hewan lain di hutan itu dan juga konsisten dalam menjaga perjanjian yang telah disepakati.

 

Hingga pada suatu hari, tibalah giliran sang Kelinci yang akan dikorbankan kepada si Singa. Si Kelinci merupakan salah satu hewan yang terkenal memiliki akal yang cerdik dikalangan komunitas hewan yang hidup di hutan itu. Menyadari gilirannya telah tiba, sang Kelinci berkata kepada komunitasnya: “Jika kalian mau berbaik hati memberiku kesempatan untuk memikirkan langkah strategis untuk menghadapi Singa, kujamin kalian akan aman dari si Singa selama-lamanya, karena kita bisa menghabisinya.”

 

Komunitasnya pun menyahut: “Bantuan apa yang kau harapkan dari kami guna mendukung strategimu?”

 

“Kalian cukup memerintahkan kepada para hewan yang mengantarkanku ke hadapan Singa agar memberikan kelonggaran waktu dan membiarkan aku sendiri yang menghadap kepada si Singa, supaya aku bisa mengulur waktu dan mangkir dari si Singa.” Mendengar ucapan itu, komunitasnya pun setuju untuk memberi Kelinci waktu untuk mengatur strategi seraya mengawasinya dari jauh kalau-kalau si Kelinci kabur dan menghianati komunitasnya.

 

 

Dengan leluasa, si Kelinci mempermainkan waktu dan dengan sengaja mengulur-ulurnya, sehingga melampaui batas waktu makan si Singa. Kala sampai di hadapan si Singa, ia melangkah pelan dengan penuh kehati-hatian, padahal si Singa dalam keadaan lapar yang tak tertahankan. Sewaktu melihat Kelinci datang, si Singa berkata dengan kemarahan yang tak tertahankan: “Ke mana saja kalian, hingga terlambat menghidangkan jatahku?!”

 

Hamba datang mengantarkan Kelinci betina guna hidangan makan anda, wahai sang Singa. Namun di tengah jalan, jatah anda diambil paksa oleh seekor Macan dan aku tidak kuasa menolak permintaannya,” jelas si Kelinci berbohong.

 

“Aku adalah penguasa hutan diseluruh bumi.” Tegas sang Singa.

 

“Hamba sudah mengatakan kepada Macan tersebut bahwa Kelinci ini adalah hidangan sang raja hutan, namun tetap saja ia mengambilnya. Kala hamba tidak bersedia memberikannya, si Macan mengambilnya dengan paksa sambil mencaci dan menghina anda, bahkan merendahkan kredibilitas anda. Untuk itu, hamba segera datang menghadap paduka untuk melaporkan kejadian ini, yang merupakan penghinaan si Macan terhadap anda,” jelas si Kelinci.

 

“Ayo kita pergi! tunjukkan padaku di mana tempat tinggal si Macan itu!” ajak si Singa dengan penuh kemarahan. Dengan segera, si Kelinci mengantarkan sang Singa ke sebuah sumur yang sangat dalam dan berair jernih.

Setiba di bibir sumur, si Kelinci berkata kepada Singa:” Macan itu tinggal di sini Tuan.”

 

Ketika si Singa melihat kepermukaan air, dengan diterangi cahaya bulan purnama, samar-samar ia dapati sesosok binatang hitam besar dengan seekor Kelinci disampingnya. Mengira bahwa itu adalah musuhnya yang telah merampas jatah makan miliknya dan telah meremehkan dirinya, tanpa berfikir panjang ia mempercayai omongan Kelinci itu dan langsung menerkam sosok yang ada di depannya yang tak lain merupakan bayangannya sendiri sehingga ia masuk ke dalam sumur dan akhirnya tenggelam dan tewas. Sedangakan si Kelinci lantas pergi ke komunitasnya dan memberitahu mereka bahwa ia telah berhasil memperdayai si Singa. Kini mereka telah bebas dari ancaman si Singa dan kini bisa menikmati hidup di hutan yang subur penuh air dan rerumputan yang serta pepohonan yang lebat. [Ibn Al Muqaffa]

 

 

Ditulis dalam cerita hikmah | Bertanda: , , , | 1 Komentar »